Kristalisasi Kesadaran Politik Sebagai Upaya Memperkuat Simpul Pengkaderan Berbasis Gender

Posted on September 26, 2010

1


Bismilla Hirrahmaa Nirra Hiim
Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Segala puji bagi alloh yg telah mengumpulkan kita dalam satu aqidah yaitu aqidah ahl al-stunnah wa al-jamaa’ah, dan dalam satu pergerakan yaitu pergerakan mahasiswa islam Indonesia, serta dalam satu Negara yaitu Negara Indonesia.
Melalui pengantar ini, harapan dan tujuan bersama yg telah tertuang dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga pasal empat dan pasal lima mengenai pergerakan kita baik dalam konteks berbangsa, bernegara, bermasyarakat, dan berkampus yakni meraih kemenangan.
Untuk meraih kemenangan itu kita perlu menjaga, melestarikan, bahkan mengkristalkan dalam kesadaran individu demi kelompok/organisasi beberapa syarat yg ada di dalam nilai-nilai kemengan, yakni; winning value, winning concept, winning system, winning team and winning goal.  Dengan nilai-nilai kemengan ini, maka platform pergerakan kita akan menjadi jelas dan menjadi motivasi serta penggerak utama kegiatan organisasi kita bahkan menjadikan semua aset pergerakan yg dapat diberdayakan dan didayagunakan untuk beribadah secara terintegrasi, kontinyu, focus, dan terarah. Sehingga sumber daya kader dapat terkelola dengan baik menjadi efesien dan efektif dan pula secara langsung dapat dirasakan oleh para simpatisan, konstituen organisasi, dan masyarakat.
Akhir kata, untukmu satu tanah airku, untukmu satu keyakinanku, singkirkan semua musuh-musuh, robohkan kuasa birokrasi, adil dan makmur perjuangkan. 

Pendahuluan

Pada pemira 2010 universitas negeri malang yg akan datang, PMII sunan kalijaga akan menetapkan target dan sasaran utamanya yaitu: menjadi pemenang di tingkatan badan eksekutif mahasiswa universitas negeri malang dan di tingkatan fakultas dengan merebut dua fakultas yaitu: fakultas ilmu pendidikan dan fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam dengan meraup perolehan suara pemilih dua ribu limaratus suara mahasiswa serta di tingkatan legislative menjadi dua besar dengan memproleh kursi empat puluh persen. Untuk mencapai target yang akan di tetapkan dalam rapat kerja komisariat, PMII sunan kalijaga harus mampu mendayagunakan seluruh potensi asset pergerakan yg dimilikinya secara elegan, efektif, efesien dan kekinian.
Proses saling bahu membahu dalam memobilisasi kreativitas konsepsional melalui serangkaian diskusi, workshop dan seminar, di rancang untuk mengayakan sekaligus mendalami materi substantive yg disusun baik di tingkatan rayon maupun komisariat beserta organ-organ lainnya.
Kristalisasi kesadaran politik sebagai upaya memperkuat simpul pengkaderan berbasis gender merupakan pemikiran mendasar yg berupa konsep bersistem yg di jadikan asas pendapat yg memberikan arah pergerakan untuk keberlangsungan organisasi, yg meliputi theology dan solusi atas problem segala aktifitas akademik dan masyarakat. Konsep ‘ide’ yg aplikatif menjadi peta menuju transformasi multi demensi yg sedang terjadi di kampus, rayon, komisariat, masyarakat dan Indonesia dan akan diterjemahkan lebih lanjut kedalam konsep konsolidasi politik di berbagai bidang setrategis. Format ‘ide’ khas PMII menjadi rujukan dalam membangun kepemimpinan opini public.
Dalam konsep ini, tata nilai yg di perjuangkan dan di jabarkan secara sadar oleh para aktornya dalam totalitas kehidupan, terutama dalam semesta sosial politik. ‘ide’ menjadi visi yg universal dalam memandang sesuatu yg di formulasi secara sistemik mengenai tujuan yg akan dicapai dengan metode pancapaiannya. Dengan konsep ini pula, kejelasan arah pergerakan bagi aktornya, bergerak menggulirkan agenda dan aksi-aksinya. Karena di dalamnya terdapat elan vital, etos bahkan militansi perjuangan serta semangat rela berkorban adalah refleksi keyakian.
PMII sebagai entitas politik baik nasional maupun local, berjuang atas dasar theology, asas dan moralitas nilai-nilai islam untuk mencapai terwujudnya tujuan organisasi. Bersama-sama dengan entitas politik lain secara kompetitif berjuang untuk mencapai cita-cita kemerdekaan. Di sisilain dengan menjadikan islam sebagai dasar theology, asas dan moralitas pergerakan, perlu penegasan, bahwa aktifitas politik itu ‘ibadah’ yg apabila bertujuan untuk kemeslahatn umat, di dasarkan pada niat yg ikhlas dan di laksanakan dengan cara-cara yg baik maka aktifitas ini akan bernilai ‘amal shaleh’.
Dengan demikian, maka arah pembinaan yg di lakukan oleh PMII pada para mahasiswa dan masyarakat adalah mewujudkan nilai-nilai tauhid sebagai landasan tata kehidupan. Berkumpul dalam keluarga yg egaliter. Kaum peria dan wanita terikat dalam relasi yg proporsional. Hak-hak warga terdistribusi secara proporsional.
Kebangkitan PMII sunan kalijaga yg genuine, mendasar dan menyeluruh adalah proses objektifikasi yg terus berkesinambungan dalam menghasilkan penjabaran yg lebih konkrit. Sejarah panjang pergerakan islam dalam berinteraksi dengan realitas, secara obyektif diwujudkan dengan grand design, platform dan rencana aksi yg menyeluruh.