PENDEKATAN EKSPRESIF DALAM NOVEL MELISA (PILIHAN-PILIHAN) KARYA S. MARA GD

Posted on Oktober 20, 2010

0


OLEH: MOHAMAD ZAINUDIN

MelissaSiapa S.Mara Gd?
Berawal dari menerjemahkan novel-novel Agatha Christie, S.MAra Gd mulai menulis novel pertamanya, Misteri Dian yang Padam. Pada tahun 1984 (diterbitkan tahun 1985). Tokoh yang diciptakannya adalah seorang kapten polisi bernama Kosasih dan sahabatnya yang punya latar belakang hitam, Gozali. Sejak itu novel-novel tentang petualangan dua serangkai, Kosasih dan Gozali, dalam melacak para kriminal mengalir terus.
S.Mara Gd seorang novelis yang misterius, begitu juga dengan karya-karya yang dihasilkannya. Apalagi ketika Biografinya tidak begitu terungkap di permukaan, bagaimana halnya Mira.W, dan Marga T. Karya-karyanya juga diwarnai dengan misteri.selain Novel Melisa, pengarang selalu menggunakan kata MISTERI dalam judulnya. Seperti Misteri Dilema Seorang Menantu, Misteri Keempat Wajah Anastasia, misteri Pembunuhan di Usaha Tando dan Misteri Dian yang Padam.
Pendekatan ekspresif
Secara umum, Abrams (dalam Teeuw, 1984:50) mengemukakan empat pendekatan dalam melihat karya sastra. Salah satu pendekatan itu adalah penekanan pada pengarangnya. Pendekatan ini lebih dikenal sebagai pendekatan ekspresif. Tidak bisa kita pungkiri, bahwa setiap karya sastra lahir dari tangan pengarangnya. Sehingga pikiran, perasaan penulis selalu tergambar di dalam karya tersebut sebab pada hakikatnya karya sastra adalah tuangan pengalaman penulis dari segala gagasan, cipta rasa, emosi, ide, angan-angan yang memandang suatu karya sastra yang esensial sebagai dunia internal (pengarang) yang terungkap, sehingga menjadi dunia eksternal (berupa karya seni) sebagai perwujudan proses kreatif. Sehingga pengarang sangat penting kedudukannya dalam kajian dan apresiasi sastra.
Adapun kerangka pendekatan ekspresif sebagaimana yang diuraikan Atmazaki (1990:36) adalah sebagai berikut:
a. Pendekatan ekspresif berhubungan erat dengan kajian sastra sebagai karya yang dekat dengan sejarah, terutama sejarah yang berhubungan dengan kehidupan pengarangnya. Dalam kaitan ini maka dibahaslah latar belakang kehidupan pengarang, daerah kelahirannya, latar belakang sosial ekonomi, latar belakang pendidikannya, pengalaman-pengalaman penting yang pernah dilewatinya, dan lain-lain.
b. Karya sastra dianggap sebagai pancaran kepribadian pengarang. Gerak jiwa, pengembaraan imajinasi dan fantasi pengarang terlukis dalam karyanya.
MELISA (PILIHAN-PILIHAN)
Pengarang ini gemar akan misteri, seperti halnya karya-karya yang berupa novel selalu memekai judul tentang misteri. Sebenarnya apakah dunia pengarang juga diliputi dengan misteri?
Dsalam Melisa (pilihan-pilihan) pengarang memunculkan kejutan-kejutan, hingga dari kejutan tersebut pengarang ubah haluan menjadi misteri yang sukar untuk ditebak. Seperti pada awal penceritaan, ketika Melisa menunggu kedatangan kekasih, tak diduga yang datang lebih dulu adalah bekas pacarnya. Sehingga di situ muncul ketegangan ketika Ken sang pacar Melisa datang kemudian sesaat setelah mantan melisa.
“mas Iwan!” seru Melisa terkejut ketika membukakan pintu. “Selamat pagi, Lis,” senyum Iwan diambang pintu. (Melisa:7)
Ada beberapa hal yang mengungkapkan bahwa kerinduan pengarang akan suasana yang sejuk, penuh dengan pepohonan. Karena berlatar belakang kota, pengarang lebih mudah untuk mengungkapkan kegelisahannya akan suasana kota saat ini. Terutama kota surabaya yang notabene menjadi kota terbesar setelah Jakarta. Sehingga kerinduan akan suasana pedesaan sangat akrab dirasakannya. Kerinduan tersebut tercermin pada:
Harun Arsyad mengajak istrinya menyingkir walaupun Nyonya Harun masih menghawatirkan kesehatan suaminya sebetulnya tidak begitu setuju. Namun pada akhirnya dia bersedia mengikuti suaminya untuk jalan-jalan kekebun binatang, satu-satunya tempat di surabaya di mana orang masih bisa berjalan-jalan dibawah naungan pohon-pohon yang rindang sambil mendengarkan suara binatang (melisa: 6)
“biar Cuma seorang diri, indah betah disini. Coba kakak lihat pemandangannya, di sana ada bukit, di sini jalannya menurun, bunga-bunga tumbuh dengan subur, (Melisa : 13)